Sabtu, 02 November 2013

FIRST EXPERIENCE IS AN UNFORGETTABLE EXPERIENCE


Pengalaman pertama membawa mereka terbang tanpa biaya ke Ibu Kota. “Debut” mereka menyebut prestasi pertama yang mereka dapat di tingkat nasional itu. Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) adalah ajang bergengsi yang berhasil mereka taklukan bulan September 2013 lalu. Hal ini dibuktikan dengan hasil dari gagasan yang nantinya akan diberikan langsung kepada kementrian yang terkait secara langsun. Tim beda angkatan yang digawangi oleh Bima Yudha Wibawa Manopo, Dyah Iswari, Sulistiani ini berhasil membawa juara peringkat 2 Nasional dengan mengusung Judul karya tulis Manifestasi Mahasiswa Hukum dalam Sosialisasi Pemilihan Umum guna Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Menekan Angka Golput.
Mereka yang ber-alamamater biru adalah Iswari, Bima, dan Sulis
Mereka mengaku bukan suatu hal yang mudah untuk menjadi yang terbaik diantara yang baik. “Nggak percaya.” kata Bima, begitulah sapaan akrab yang dilontarkan oleh para sahabatnya, saat mendapat email dari DIKTI yang menyatakan bahwa mereka lolos ke tahap selanjutnya. “Saya nggak kepikiran kalau itu pengumuman karena itu sudah lama banget dari waktu kita ngirim berkas.” dengan gaya bahasa Jawanya yang kental, pria satu-satunya di tim itu bercerita tentang pertama kali dia mendapati email dari DIKTI. Awalnya, dia berniat untuk tidak menceritakan kabar bahagia itu kepada rekan tim yang lain. Dia bermaksud akan memberi kabar itu secara langsung. Kedua rekan Bima, yaitu Iswari dan Sulis ternyata susah untuk dihubungi. Hingga beberapa hari setelah Bima mendapati kabar bahagia itu barulah tim itu dapat berkumpul secara lengkap karena tidak sengaja bertemu di salah satu sisi kampus.
“Kita berdua langsung sujud syukur sampai nangis.” Terang Iswari dengan mata berbinar kembali mengingat momen bahagia itu. Perasaan lega hinggap di kedua mahasiswi angkatan 2012 itu jelas terlihat saat menceritakan kejadian saat itu. Rasa ketidak percayaan masih bersarang di dalam benak tim tersebut mengingat mereka mengerjakan tulisan tersebut pada saat Pekan Hukum Nasional 2013 diselenggarakan dan mereka berada pada posisi penyelenggara. “Saya merasa bersalah dengan Iswari dan Sulis, karena pada saat proses pengerjaan saya tidak selalu ada.” ucap Bima yang di sambut senyum rekan satu tim nya.
Dalam waktu 10 hari mereka berlomba dengan waktu untuk mempersiapkan segala peralatan tempur yang mereka perlukan saat nanti di Jakarta. Waktu tetap berjalan hingga pada akhirnya mereka mendarat di tanah Ibu Kota, Jakarta. Mereka sempat dikabuti rasa tidak percaya diri berhadapan dengan almamater universitas lain. “Iswari yang paling nervous.” tunjuk Sulis kepada salah satu temannya yang pada saat itu tersipu malu. Menurut keterangan dari tim tersebut, mereka harus menunggu dari pukul 3 sore hingga pukul setengah 10 malam. Rasa jenuh dan rasa gugup semakin memuncak pada waktu itu. Tapi kesempatan seperti itu tidak mereka sia-siakan begitu saja, mereka banyak belajar hal-hal baru di saat proses menunggu tersebut. Kesembilan tim yang berlaga menjadi guru mereka untuk belajar. Mulai dari cara presentasi yang baik, presentasi yang menyenangkan, gaya perilaku saat presentasi dan ilmu-ilmu baru mereka saring untuk mereka konsumsi dan mereka bagi saat kembali ke kota asal. “Dapet kenalan dari luar pulau.” kata Bima bersemangat. Tim ini selain mendapat ilmu mereka juga mendapat saudara baru, begitu mereka menjelaskan.
Bima membuat mereka percaya, saat kita berpikiran positif untuk menang, maka kemenangan akan didapat. Dia juga berkata, “MOVE ON” dengan arti bahwa kita juga harus bisa berpindah dari kompetisi yang satu ke kompetisi yang lain, menang atau kalah itu bukan suatu masalah. “Jangan pernah takut mencoba, first experience is an unforgettable experience for us.” timpal Sulis mencoba untuk memotivasi.
Mereka berniat akan membagi ilmu yang mereka dapat kepada teman-teman yang lain dengan maksud agar teman-temannya dapat ikut mengukir nama baik dan membawa warna biru almamater kebanggaan ini kekancah yang lebih tinggi. Mereka pun akan berpisah sebagai tim untuk menyebarkan ilmu dan pengalaman yang mereka dapat ke teman-teman yang lain. Perjuangan mereka berlum berakhir sampai disini saja, dalam waktu dekat ini Iswari, Sulis, dan Bima akan kembali menuangkan berbagai macam gagasan mereka kedalam tulisan di sebuah kompetisi.
Sepenggal cerita dari teman, secercah cahaya baru yang mereka bagikan semoga dapat menjadi titik awal langkah kita untuk terus berprestasi dan berkreasi.


0 komentar: